Tuesday, August 30, 2016

Ketakutan Tanpa-Nya

Asia Afrika, Bandung

Bungkam, terdiam dan termenung dalam sekat kehidupan yang diluar nalar.
Menepis padahal jauh dalam pikiran ingin menerima.
Bayangan yang kini ku biarkan sekarang telah mati dimakan masa.
Membusuk, sehingga hilang dan tak dapat ku gali lagi.
Jauh, aku jauh melayang.
Berusaha meninggalkan negeri yang kelam.
Namun terkadang lelah dan patah dan sayapku sehingga kembali ke dalamnya.

Tenggelam aku dalam kegelapan.
Membuaku jatuh dan masuk ke dalam palung yang paling dalam.
Gelap, sangat gelap.
Kunang-kunang yang menemaniku sekarang mulai redup.
Dan kini aku mulai tersesat.
Meraba, berjalan, mencari.
Berusaha untuk kembali dengan bersama bintang, bulan, mentari dan sang langit.
Walau aku terjatuh semakin dalam, aku tak peduli.
Karena aku tak ingin mati bersama kelam dan gelap.

Sunday, July 24, 2016

Bukan Sekedar Ucapan

Sayang Heulang Beach, Garut.


Saat suara tak bisa membuat kata. 
Saat hati menjerit karena penjara dunia. 
Entah masih adakah secercah cahaya untuk jiwa ini. 
Langit dan bumi adalah saksi saat langkah ini mulai gontai, menuju tempat yang tak tentu arah.
Berusaha melompat menggapai langit karena sungguh tanah tak bisa bertahan lagi.
Berusaha bersahabat dengan hati. 
Mengartikan kata-kata yang tak berarti. 
Tak pernah berhenti menerawang kehidupan walau sepenuhnya diri ini pasrah kepada sang takdir. 
Langit yang masih setia menjadi saksi semua kehidupan. 
Aku masih menatap langit dan enggan berpaling.
Tak pernah rampung kata-kata ini ku tulis. 
Selalu berhenti, buntu dan hilang.