| Asia Afrika, Bandung |
Bungkam, terdiam dan termenung dalam sekat kehidupan yang diluar nalar.
Menepis padahal jauh dalam pikiran ingin menerima.
Bayangan yang kini ku biarkan sekarang telah mati dimakan masa.
Membusuk, sehingga hilang dan tak dapat ku gali lagi.
Jauh, aku jauh melayang.
Berusaha meninggalkan negeri yang kelam.
Namun terkadang lelah dan patah dan sayapku sehingga kembali ke dalamnya.
Tenggelam aku dalam kegelapan.
Membuaku jatuh dan masuk ke dalam palung yang paling dalam.
Gelap, sangat gelap.
Kunang-kunang yang menemaniku sekarang mulai redup.
Dan kini aku mulai tersesat.
Meraba, berjalan, mencari.
Berusaha untuk kembali dengan bersama bintang, bulan, mentari dan sang langit.
Walau aku terjatuh semakin dalam, aku tak peduli.
Karena aku tak ingin mati bersama kelam dan gelap.