![]() |
| Gunung Lembu, Pruwakarta. |
Mungkin aku bisa menepis semua tentangnya . Tapi sejujurnya hati ini malah semakin bertahan dengan keadaan ini. Semakin tak ingin mengenyahkannya di ruang yang sudah tersusun rapi. Jika aku terus berbohong kepada hatiku sendiri, apakah Engkau murka? Jika aku bisa menemukan seseorang yang terbaik menurut-Nya mungkin semua masalahku ini selesai sudah. Tapi Tuhan tidak pernah berpikir sependek itu. Dia tidak menginginkan hamba-Nya lemah oleh apapun. Mungkin dengan semua ini aku akan menjadi seseorang yang lebih kuat untuk menghadapi dunia yang hanya sebentar ini. Tapi sampai kapan aku harus mencari? Sampai kapan aku harus bertahan? Sampai kapan aku harus mencoba mengerti? Di dalam hatiku tak jarang berkata “lelah”. Tapi aku tak bisa menghentikan kehendak-Nya sampai kapanpun. Jika Tuhan masih menginginkan ku untuk terus ada dalam sekenario-Nya di dunia berarti aku harus terus ada. Aku harus tetap terus mengerti dan mencari sekenario terbaik yang Dia buat untukku di depan sana. Walau sebenarnya aku memang lelah dengan semua ini. Meski suara hati yang kian lama semakin berteriak. Bertahan seolah Dia ingin terus mengujiku dengan semua ini. Mengujiku dengan semua bayangan dirinya yang selalu tampak di setiap apa yang kulihat. Dengan kehadiran dirinya walaupun hanya sebatas mimpi dan bayang-bayang. Masa lalu yang seolah tereka ulang kala aku menatap langit-Nya. Kerinduan yang kerap harus aku ku kubur dalam-dalam kala merasakanya. Perasaan yang harus ku bunuh kala menggetarkan hatiku. Sungguh aku lelah. Aku lelah melakukan semua itu. Tolong lepaskan aku. Jika memang dia bukanlah yang Engkau tulis untukku kenapa Engkau tak menghilangkan dirinya dan perasaan ini padahal aku sudah berusaha untuk ikhlas. Jika dia memang bahagia bersama yang lain kenapa aku tak bisa merasakan kebahagiaan yang dia rasakan. Apa maksud-Mu atas semua ini?

No comments:
Post a Comment