Wednesday, September 16, 2015

Masih Bersama-Nya

Masih tentang hati. Masih tak ingin dusta. Kenyataanya aku masih menjaga perasaan ini. Entah apa yang Tuhan rencanakan untuk ku. Tentang hati yang tak ingin mengikhlaskan. Perasaan yang masih tinggal di hati. Dan kerinduan yang sebenarnya sudah tak terbendung lagi. Hanya dengan menatap langit-Nya rindu ini masih bisa ku jaga. Do’a-do’a tak pernah lupa ku lantunkan kepada-Nya. tak lupa juga  rasa rinduku ku titipkan. Masih berusaha untuk pantas di hadapan-Nya walau tak jarang selalu gagal. Menjaga keyakinan bahwa pengharapan yang terbaik hanyalah kepada-Nya. Sang pemilik semua kehidupan.

(Foto hari kamis, 16 Juni 2015)

Pena-Nya masih terus mengukir langkah takdirku. Terus ku ikuti dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Berusaha yakin bahwa semua ini yang terbaik. Berusaha ikhtiar agar pena-Nya berwarna indah. Berusaha sabar saat pena-Nya tak sesuai dengan keinginan. Berusaha berpersangka baik bahwa apa-apa yang Dia takdirkan adalah baik untukku. Salah satunya tentang hati dan perasaan ini.
Masih tetap termenung dengan langit-Nya. berusaha mengertikan kisah yang sudah Dia berikan kepadaku sampai saat ini. Tidak jarang aku merasa takut kalau aku salah memahami dengan apa yang sudah diberikan-Nya kepadaku. Namun ku serahkan kembali kepada-Nya.

Ya Tuhan. Jagalah hati ini dari apa-apa yang buruk di mata-Mu. Tuntunlah hati ini agar terus di jalan-Mu. Tentang perasaan ini selalu ku pasrahkan kepada-Mu. Tentang rindu ini selalu ku usahakan untuk mengikhlaskan kepada-Mu. Tentang cinta. Aah. Semoga Engkau selalu membimbingku agar mendapatkan cinta yang benar menurut-Mu. Tentang dia aku tak bisa apa apa. Karena dia seutuhnya milik-Mu. Tapi jika aku boleh meminta. Jagalah dia. Berikan yang terbaik untuknya. Jika bayang dirinya di hatiku adalah pena-Mu di masadepanku, pertemukan aku dengannya. Jika bukan, buat ikhlas hati ini untuk menerimanya.

No comments:

Post a Comment