Jika pagi tahu bagaimana cara menyemangati
Jika malam tahu bagaimana cara menenangkan
Dan yang aku tahu diantara 2 hal itu selalu ada kisah yang mewarnai
Pagi ini Matahari menyambutku dengan kehangatan baru
Walau jauh di lubuk hati, aku butuh lebih dari sekedar sinar mentari pagi
Tapi itu tak membuatku untuk selalu berusaha bersyukur
Tuhan masih menghadirkan matahari yang hangat di pagi ini
Masih memberiku kesempatan untuk merasakan sinar sang surya bak perdani emas yang turun dari langit
Aku terpejam
Mengambil dalam undara pagi yang masuk ke dadaku
Dan sungguh itu adalah karunia-Mu yang tak mungkin aku dustakan
Maaf diri ini masih selalu lupa pada-Mu
Maaf diri ini selalu salah pada-Mu
Tapi aku tahu Engkau Maha Tahu
Bahwa di sisi lain aku selalu berusaha untuk terus merubah diri menjadi lebih baik
Di hadapan-Mu
Wednesday, October 21, 2015
Friday, October 2, 2015
Masihkah Harus Tetap Seperti ini?
![]() |
| Gunung Lembu, Pruwakarta. |
Mungkin aku bisa menepis semua tentangnya . Tapi sejujurnya hati ini malah semakin bertahan dengan keadaan ini. Semakin tak ingin mengenyahkannya di ruang yang sudah tersusun rapi. Jika aku terus berbohong kepada hatiku sendiri, apakah Engkau murka? Jika aku bisa menemukan seseorang yang terbaik menurut-Nya mungkin semua masalahku ini selesai sudah. Tapi Tuhan tidak pernah berpikir sependek itu. Dia tidak menginginkan hamba-Nya lemah oleh apapun. Mungkin dengan semua ini aku akan menjadi seseorang yang lebih kuat untuk menghadapi dunia yang hanya sebentar ini. Tapi sampai kapan aku harus mencari? Sampai kapan aku harus bertahan? Sampai kapan aku harus mencoba mengerti? Di dalam hatiku tak jarang berkata “lelah”. Tapi aku tak bisa menghentikan kehendak-Nya sampai kapanpun. Jika Tuhan masih menginginkan ku untuk terus ada dalam sekenario-Nya di dunia berarti aku harus terus ada. Aku harus tetap terus mengerti dan mencari sekenario terbaik yang Dia buat untukku di depan sana. Walau sebenarnya aku memang lelah dengan semua ini. Meski suara hati yang kian lama semakin berteriak. Bertahan seolah Dia ingin terus mengujiku dengan semua ini. Mengujiku dengan semua bayangan dirinya yang selalu tampak di setiap apa yang kulihat. Dengan kehadiran dirinya walaupun hanya sebatas mimpi dan bayang-bayang. Masa lalu yang seolah tereka ulang kala aku menatap langit-Nya. Kerinduan yang kerap harus aku ku kubur dalam-dalam kala merasakanya. Perasaan yang harus ku bunuh kala menggetarkan hatiku. Sungguh aku lelah. Aku lelah melakukan semua itu. Tolong lepaskan aku. Jika memang dia bukanlah yang Engkau tulis untukku kenapa Engkau tak menghilangkan dirinya dan perasaan ini padahal aku sudah berusaha untuk ikhlas. Jika dia memang bahagia bersama yang lain kenapa aku tak bisa merasakan kebahagiaan yang dia rasakan. Apa maksud-Mu atas semua ini?
Wednesday, September 16, 2015
Masih Bersama-Nya
Masih tentang hati. Masih tak ingin dusta. Kenyataanya aku
masih menjaga perasaan ini. Entah apa yang Tuhan rencanakan untuk ku. Tentang hati
yang tak ingin mengikhlaskan. Perasaan yang masih tinggal di hati. Dan kerinduan
yang sebenarnya sudah tak terbendung lagi. Hanya dengan menatap langit-Nya
rindu ini masih bisa ku jaga. Do’a-do’a tak pernah lupa ku lantunkan
kepada-Nya. tak lupa juga rasa rinduku
ku titipkan. Masih berusaha untuk pantas di hadapan-Nya walau tak jarang selalu
gagal. Menjaga keyakinan bahwa pengharapan yang terbaik hanyalah kepada-Nya. Sang
pemilik semua kehidupan.
(Foto hari kamis, 16 Juni 2015)
Masih tetap termenung dengan langit-Nya. berusaha
mengertikan kisah yang sudah Dia berikan kepadaku sampai saat ini. Tidak jarang
aku merasa takut kalau aku salah memahami dengan apa yang sudah diberikan-Nya
kepadaku. Namun ku serahkan kembali kepada-Nya.
Ya Tuhan. Jagalah hati ini dari apa-apa yang buruk di
mata-Mu. Tuntunlah hati ini agar terus di jalan-Mu. Tentang perasaan ini selalu
ku pasrahkan kepada-Mu. Tentang rindu ini selalu ku usahakan untuk
mengikhlaskan kepada-Mu. Tentang cinta. Aah. Semoga Engkau selalu membimbingku
agar mendapatkan cinta yang benar menurut-Mu. Tentang dia aku tak bisa apa apa.
Karena dia seutuhnya milik-Mu. Tapi jika aku boleh meminta. Jagalah dia. Berikan
yang terbaik untuknya. Jika bayang dirinya di hatiku adalah pena-Mu di
masadepanku, pertemukan aku dengannya. Jika bukan, buat ikhlas hati ini untuk
menerimanya.
Tuesday, September 1, 2015
Aku dan Sahabatku
Semua yang ku rasakan adalah
suatu anugerah. Namun terkadang aku selalu membalikan fakta tersebut karena
kenyataan yang tak sesuai dengan harapan. Tapi dari semua itulah aku banyak
belajar bahwa pengharapan yang sesungguhnya hanyalah kepada Dia. Pemilik segalanya,
termasuk hidupku. Kini aku hanya bisa menatap langit senja yang Rabb lukis
untuk semua makhluk. Warna-warni yang menawan. Membuktikan kesempurnaan sang
pemilik alam semesta ini.
Senja dihari jumat, 24 juli 2015
Saat seperti inilah yang ku suka.
Berdiam diri menatap langit sore yang cerah dengan langit berlukiskan awan yang
indah serta warna-warnanya yang mampu menyihir setiap orang untuk takjub
melihatnya. Salah satunya adalah aku. Inilah salah satu hobi yang sering aku
lakukan (semenjak SMA). Jika melihat sore yang cerah rasanya tak bisa menahan
diri untuk duduk di luar menikmati sore hari yang tenang. Entahlah. Bagaikan
buku yang bisa ku tulis dengan kalimat tanpa kebohongan, aku bisa meceritakan
apa yang sebenarnya ingin ku luapkan di saat menikmati langit sore. Seperti
sekarang. Langit yang sedang ku tatap ini adalah teman bisu bahwa aku sedang
merindukan seseorang. Sebelumnya,
sesuatu di dalam hati membuatku tak karuan. Entah apa? Namun saat senja
tiba sekarang aku tahu apa yang sedang ku rasakan. Itu adalah “rindu”. Mungkin
bisa ku simpulkan. Waktu dimana aku bisa jujur dengan hatiku adalah saat senja
tiba.
Di
balik indahnya langit sore. Saat matahari akan terbenam. Selalu muncul dan
terlukis bayangan wajahnya. Dia yang selalu mampu membuatku gugup. Dia yang
selalu membuatku tersenyum. Dia yang sekarang ini sedang ku rindukan. Dan
dialah yang membuatku mampu menulis seperti ini. Dia itu bagaikan warna indah
dan cerah yang mewarnai kehidupanku. Membuatku banyak belajar tentang hati dan
perasaan.
Hai!
Kamu. Ya kamu. Yang selalu membuatku rindu kala senja tiba. Bagaimana kabarmu? Semoga
kamu di sana baik-baik saja. Maaf aku masih seperti ini. Berusaha dalam diam.
Namun berteriak dalam do’a. Maaf aku masih memiliki perasaan ini. Maaf juga. Aku merindukanmu. Tidak apa apakan?
Wednesday, April 29, 2015
Inilah Aku dan Cintaku
Menjagamu dari jauh adalah kebahagiaan untukku
Mencintaimu adalah anugerah bagiku
Merindukanmu dalam do’a adalah hal terbaik dalam hidupku
Menyayangimu dalam diam adalah caraku yang indah
Senja
kini telah menjadi teman sejati hati
Malam
kini telah manjadi sahabat dalam sunyi
Dan
lukisan didalamnya adalah cerita bagiku
Satu
persatu yang sekarang telah menjadi lembaran kisah dalam hidupku
Tak bisa kubohongi bahwa perasaan ini bukan hal kecil lagi
Sebuah gambaran hati yang harus kujaga
Karena ku tahu semua itu adalah amanat dari-Nya
Dan tak ingin ku buat menjadi murka lillah
Ya Rabb..
Engkaulah
yang menakdirkan semua ini
Berusaha
ku untuk terus berbaik sangka atas apa yang Engkau anugerahkan
Tak pernah
ingin di dalam hatiku untuk menduakanmu
Terus berusaha untuk menjadi hamba-Mu yang baik
Mengurangi lupa dan khilaf dalam hidupku
Walau terus terjatuh tapi ku tahu engkau maha mengerti
Dan ku tahu bahwa diri ini masih jauh dari kata sempurna
Tapi ya
Rabb tak bisa kupungkiri
Salah satu
takdir-Mu sedang ku alami
Di anugerahi
sebuah perasaan yang melanda hati
Berdo’a
agar bukan dari nafsu belaka dari diri
Semoga Engkau meridhai ya Rabb
Bimbing selalu diri ini dalam menjaga hati
Tak ingin terjebak dalam maksiat yang keji
Tapi ku tahu inilah takdir terbaik yang Engkau
beri
Saturday, April 11, 2015
Sebuah Cerita Diwaktu Senja
Kini senja telah tampak. Terlukis indah
langit sore dengan pancaran sinar mataharinya yang khas. Aku terus termenung
melihat anggunnya sore ini yang cerah. Langit yang berwarna orange dan awan
yang berwarna-warni karena efek sinar matahari sore, sungguh membuatku berdecak
kagum. Subhanallah. Sungguh maha kuasa Rabb ku ini. Lama aku menatap langit
sore. Dan semakin lama sehingga membuatku yang sedang merindukan seseorang
seolah olah terhipnotis oleh langit senja. Bayangan dirinya muncul manambah
keindahan langit sore yang sedang ku lihat. Membuat jantungku berdetak semakin
cepat. Aku menarik nafas dalam-dalam lalu tersenyum. Kau selalu bisa
membuatku gugup ya.
Jauh dari
orang yang kita sayang sungguh sebuah siksaan. Itu yang ku alami sekarang ini. Perasaan
kepada seorang wanita yang sudah ku pendam hampir 2 tahun membuatku selalu
ingin menatap langit sore. Karena saat aku menatap senja seolah dirinya seperti
sedang berada disisiku dan membuatku selalu tak ingin beranjak memandang
matahari tenggelam sambil menunggu maghrib tiba. Keadaanku yang sekarang inilah
salah satu faktor aku jauh darinya. Aku yang baru lulus dari Sekolah Menengah
Atas (SMA) dan belum di beri rejeki untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih
tinggi membuat nyaliku ciut kala bertemu denganya. Aku malu karena sekarang aku
jadi pengangguran dan belum menemukan pekerjaan. Entah apa yang Tuhan rencanakan
dengan menganugerahkan perasaan ini. Tapi yang aku tahu aku harus menjaga
perasaan ini agar tak lupa kepada-Nya.
****
“kang. Amel sakit. Dia lagi di UKS sekarang.”
Aku yang sedang asyik berbincang
dengan temanku di luar kelas, terkejut oleh kedatangan adik kelasku dan tak
banyak basa basi setelah mendengar apa yang dia katakan aku langsung menuju
UKS. Sesampainya di UKS aku langsung masuk. Pintu ku buka perlahan. Terlihat pemandangan
yang asing ku lihat karena baru pertama kali aku berkunjung ke UKS. Seperti di
rumah sakit. Di dalam ruangan terlihat ada 2 tempat pembaringan. Walaupun tempat
pembaringan itu terhalang oleh tirai namun terlihat ada seseorang yang sedang
terbaring di sana. Aku masuk perlahan, membuka sedikit tirai dan melongok
sedikit. Ternyata benar, itu dia. Amel.
“assalamualaikum..”
Dia yang awalnya menutup mata dengan
lengannya langsung melihat ke arahku. Sedikit membenarkan posisi tidurnya dan
membalas salamku.
“walaikumsalam..”
“kenapa? Tumben maen ke UKS hehe”
“apa sih kang. Amel lagi sakit bukan lagi maen” Terlihat
wajah dia yang bête oleh candaan ku tadi.
“hehe iya tau akang juga. Amel lagi sakit. Sakit apa? Apa
yang dirasa sekarang?
“pusing kang. Pusing banget. Rasanya bumi itu muter”
“ohya? Udah sarapan belum?”
“sudah..”
“terus sekarang masih terasa pusingnya?”
“Alhamdulillah udah agak enakkan. Akang gak masuk
kelas? Nanti dimarahin sama gurunya”
“ah. Tenang aja. Gurunya belum masuk dan lagi dikasih
tugas. Terus sekarang gimana? Mau tetep masuk kelas?”
“iya pasti kang. Kan sayang kalau ketinggalan
pelajaran”
“emm. Kebiasaan kamu. Kalau udah ngotot kaya gitu pasti
susah buat dibilangin. Harus diturutin.”
“hehe..” Dia tersenyum.
Senyuman itu. Sungguh membuatku tak
bisa berkata lagi. Membuatku gugup setengah mati.
“kang? Kenapa ngelamun?”
Aku yang tak sadar sedang melamun
terkejut dipanggil olehnya.
“oh. Engga. Siapa yang melamun. Cuma lagi mikirin
sesuatu. Baru kali ini kerasa pusingnya?
“udah beberapa kali sih kang. Tapi ini yang paling
parah.”
“emm yaudah istirahatin dulu aja sekarang mah. Kalau
memang mau masuk kelas hari ini pastiin kuat atau engga kondisi amel. Jangan terlalu
maksain.”
“iya kang. Emm makasih ya..”
“emm ko makasih? Yaudah akang ke kelas lagi ya. Kalo ada
apa apa sms akang”
“iya”
“wassalamualaikum..”
“walaikumsalam..”
Perasaan bersalah karena aku tidak
bisa berbuat sesuatu untuk keadaan dia sekarang. Walaupun sebenarnya masih
ingin berlama-lama dengannya tapi aku urungkan niat itu. Aku perlahan menuju
pintu keluar. Sebelum aku keluar aku berbalik untuk melihatnya lagi.
Saat pelajaran kedua hp ku bergetar.
Pertanda ada pesan masuk. Saat ku lihat ternyata pesan dari Amel. Langsung ku
buka pesan itu.
“Kang. Amel pulang. Sekarang lagi di jalan dianter
sama temen.”
Sengaja
aku tak balas pesan itu karena tak ingin mengganggunya dulu.
****
Maghrib telah tiba. Suara adzanpun
terdengar. Aku yang terbangun dari lamunanku. Sesekali menatap langit sore yang
sudah hampir gelap dan langsung beranjak ke tempat wudlu. Bermunajat dan
meminta yang terbaik kepada sang pemilik takdir. Yang paling mengerti dan
memahami apa yang pantas untukku dan dirinya.
Thursday, April 9, 2015
Yang Ku Rasakan Hari ini..
Bodoh. Apa aku ini sadar
dengan apa yang ku lakukan selama ini? Melenggangkan waktu untuk dia semampuku.
Membantu dia sebisaku. Tak peduli seberapa sakit dulu saat dia menceritakan
orang di masa lalunya. Sampai-sampai waktu tak sehatpun memaksakan diri hanya
untuk bertemu denganya. Apa aku sadar telah melakukan semua hal itu? Kenapa bisa
seperti itu? Apa benar? Tapi namanya sayang dan cinta apapun demi bisa buat dia
bahagia aku rela melakukan semua itu. Tak pernah ku rasakan berat untuk
melakukanya karena yang ku inginkan adalah melihat dirimu yang selalu bisa
tersenyum walau aku tak bisa melihatnya langsung. Aku ingin kau melihatku
disini. Aku ingin kau mengerti ada seseorang di sini yang mencintaimu namun dia
merasa belum pantas untuk bisa bersanding denganmu dengan keadaan seperti
sekarang. Aku ingin menjadi seseorang yang berarti dalam kehidupanmu. Tapi siapa
aku ini, aku tak berhak untuk memkasa akan semua hal itu. Akupun manusia biasa.
Mempunyai batasan dalam segala hal. Sakit, sabar, mengerti, dan lain-lain. Melihat
keadaan sekarang aku dan dirimu rasanya tak kuasa. Seperti orang yang tak kenal
satu sama lain. Sebenarnya apa yang kau pikirkan tentangku? Sebenarnya perasaanmu
kepadaku seperti apa? Sebenarnya kau aku anggap ada atau tidak di kehidupanmu? Apakah
kau merasakan apa yang ku rasakan juga? Apakah kau menyisakan ruang di hatimu
untukku? Aku hanya butuh kepastian. Jika kau ingin aku pergi. Bilanglah. Jika kau
ingin aku tetap ada. Bilanglah. Aku tak ingin terombang ambing seperti ini. Apakah
kau tak tahu. Berbulan bulan aku merindu tapi tak pernah tau apakah pantas
rindu itu muncul? Apakah kaupun merasakan rindu yang sama? Aku hanya bisa terus
berperasangka baik, terus berperasangka baik sebisa ku. Dan akupun tak tau
entah sampai kapan perasangka baik itu akan menang di hati dan pikiranku. Kau sudah
menjadi bagian dalam hidupku dan jika kau menghilang seperti ini salah satu
bagian kehidupankupun akang hilang dan itu hidupku tidak akan lengkap.
Subscribe to:
Posts (Atom)


