Sunday, July 24, 2016

Bukan Sekedar Ucapan

Sayang Heulang Beach, Garut.


Saat suara tak bisa membuat kata. 
Saat hati menjerit karena penjara dunia. 
Entah masih adakah secercah cahaya untuk jiwa ini. 
Langit dan bumi adalah saksi saat langkah ini mulai gontai, menuju tempat yang tak tentu arah.
Berusaha melompat menggapai langit karena sungguh tanah tak bisa bertahan lagi.
Berusaha bersahabat dengan hati. 
Mengartikan kata-kata yang tak berarti. 
Tak pernah berhenti menerawang kehidupan walau sepenuhnya diri ini pasrah kepada sang takdir. 
Langit yang masih setia menjadi saksi semua kehidupan. 
Aku masih menatap langit dan enggan berpaling.
Tak pernah rampung kata-kata ini ku tulis. 
Selalu berhenti, buntu dan hilang.

Wednesday, December 23, 2015

Cerita-Nya yang Membingungkan

Asia Afrika, Bandung
Aku tak ingin yang dulu terjadi lagi. Cukup satu kali dan tak ingin melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Aku tak ingin menyakiti orang lain dengan perasan yang tak pasti. Jujur bayangan dirinya sering tergambar dalam benak. Perasaan ini masih ada dan terus tumbuh. Rindu yang tak jarang ku rasakan dalam bisu. Diam-diam ku sebut nama dirinya dalam do'a, menanyakan apakah sosok dirinya yang terus ada dalam setiap langkahku ini adalah seseorang yang akan menjadi jalanku dimasa depan nanti. Meminta jalan atas cerita-Nya yang akan terus berlanjut, serta menitipkan rindu dan memasrahkan perasaan ini didalamnya. Bukan aku tak ingin dirinya tahu tentang diriku yang satu ini. Bukan. Melainkan aku hanya ingin Dia yang menyatukan aku dan dan dirinya dalam cerita-Nya yang indah. Terus memperbaiki diri itulah yang bisa ku lakukan sekarang dan terus mengikuti cerita-Nya yang akan terus berjalan.
Sekarang seseorang yang lain datang. Berusaha mengganti semua bayangmu, mengganti perasaan rindu ini. Namun, seutuhnya dirimu masih belum tergantikan. Terus apa maksud semua ini? Apa ini jawaban dari-Nya? Jika dirinya yang selama ini kurindu bukanlah bagian takdirku dari-Nya nanti kenapa semua tentang dirinya belum bisa tergantikan dengan sosok baru yang Engkau kirim dalam kehidupanku? Kenapa Engkau masih membuatku menyimpan perasaan ini untuk dirinya? Lantas untuk apa Engkau kirim seseorang yang baru ini untukku? Apa Engkau tak tahu laki-laki ini lemah tentang perasaan dan hati? Aku yakin Engkau tahu akan hal itu. Tapi kenapa cerita-Mu berlanjut seperti ini? aku tak ingin ada hati seseorang yang tersakiti. Aku tak ingin perasaan yang Engkau beri sebagai anugerah untuk kami malah justru membuat seseorang sakit hati. Maka dari itu aku pasrahkan segalanya hanya padaMu ya Rabb. Semoga Engkau selalu menjaga hati untuk setiap hambaNya.

Wednesday, October 21, 2015

15-10-2015

Jika pagi tahu bagaimana cara menyemangati
Jika malam tahu bagaimana cara menenangkan
Dan yang aku tahu diantara 2 hal itu selalu ada kisah yang mewarnai
Pagi ini Matahari menyambutku dengan kehangatan baru
Walau jauh di lubuk hati, aku butuh lebih dari sekedar sinar mentari pagi
Tapi itu tak membuatku untuk selalu berusaha bersyukur
Tuhan masih menghadirkan matahari yang hangat di pagi ini
Masih memberiku kesempatan untuk merasakan sinar sang surya bak perdani emas yang turun dari langit
Aku terpejam
Mengambil dalam undara pagi yang masuk ke dadaku
Dan sungguh itu adalah karunia-Mu yang tak mungkin aku dustakan
Maaf diri ini masih selalu lupa pada-Mu
Maaf diri ini selalu salah pada-Mu
Tapi aku tahu Engkau Maha Tahu
Bahwa di sisi lain aku selalu berusaha untuk terus merubah diri menjadi lebih baik
Di hadapan-Mu

Friday, October 2, 2015

Masihkah Harus Tetap Seperti ini?



Gunung Lembu, Pruwakarta.

Mungkin aku bisa menepis semua tentangnya . Tapi sejujurnya hati ini malah semakin bertahan dengan keadaan ini. Semakin tak ingin mengenyahkannya di ruang yang sudah tersusun rapi.  Jika aku terus berbohong kepada hatiku sendiri,  apakah Engkau murka? Jika aku bisa menemukan seseorang yang terbaik menurut-Nya mungkin semua masalahku ini selesai sudah. Tapi Tuhan tidak pernah berpikir sependek itu. Dia tidak menginginkan hamba-Nya lemah oleh apapun. Mungkin dengan semua ini aku akan menjadi seseorang yang lebih kuat untuk menghadapi dunia yang hanya sebentar ini. Tapi sampai kapan aku harus mencari?  Sampai kapan aku harus bertahan? Sampai kapan aku harus mencoba mengerti?  Di dalam hatiku tak jarang berkata “lelah”. Tapi aku tak bisa menghentikan kehendak-Nya sampai kapanpun. Jika Tuhan masih menginginkan ku untuk terus ada dalam sekenario-Nya di dunia berarti aku harus terus ada. Aku harus tetap terus mengerti dan mencari sekenario terbaik yang Dia buat untukku di depan sana. Walau sebenarnya aku memang lelah dengan semua ini. Meski suara hati yang kian lama semakin berteriak. Bertahan seolah Dia ingin terus mengujiku dengan semua ini. Mengujiku dengan semua bayangan dirinya yang selalu tampak di setiap apa yang kulihat. Dengan kehadiran dirinya walaupun hanya sebatas mimpi dan bayang-bayang. Masa lalu yang seolah tereka ulang kala aku menatap langit-Nya. Kerinduan yang kerap harus  aku ku kubur dalam-dalam kala merasakanya. Perasaan yang harus ku bunuh kala menggetarkan hatiku. Sungguh aku lelah. Aku lelah melakukan semua itu. Tolong lepaskan aku. Jika memang dia bukanlah yang Engkau tulis untukku kenapa Engkau tak menghilangkan dirinya dan perasaan ini padahal aku sudah berusaha untuk ikhlas. Jika dia memang bahagia bersama yang lain kenapa aku tak bisa merasakan kebahagiaan yang dia rasakan. Apa maksud-Mu atas semua ini?

Wednesday, September 16, 2015

Masih Bersama-Nya

Masih tentang hati. Masih tak ingin dusta. Kenyataanya aku masih menjaga perasaan ini. Entah apa yang Tuhan rencanakan untuk ku. Tentang hati yang tak ingin mengikhlaskan. Perasaan yang masih tinggal di hati. Dan kerinduan yang sebenarnya sudah tak terbendung lagi. Hanya dengan menatap langit-Nya rindu ini masih bisa ku jaga. Do’a-do’a tak pernah lupa ku lantunkan kepada-Nya. tak lupa juga  rasa rinduku ku titipkan. Masih berusaha untuk pantas di hadapan-Nya walau tak jarang selalu gagal. Menjaga keyakinan bahwa pengharapan yang terbaik hanyalah kepada-Nya. Sang pemilik semua kehidupan.

(Foto hari kamis, 16 Juni 2015)

Pena-Nya masih terus mengukir langkah takdirku. Terus ku ikuti dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Berusaha yakin bahwa semua ini yang terbaik. Berusaha ikhtiar agar pena-Nya berwarna indah. Berusaha sabar saat pena-Nya tak sesuai dengan keinginan. Berusaha berpersangka baik bahwa apa-apa yang Dia takdirkan adalah baik untukku. Salah satunya tentang hati dan perasaan ini.
Masih tetap termenung dengan langit-Nya. berusaha mengertikan kisah yang sudah Dia berikan kepadaku sampai saat ini. Tidak jarang aku merasa takut kalau aku salah memahami dengan apa yang sudah diberikan-Nya kepadaku. Namun ku serahkan kembali kepada-Nya.

Ya Tuhan. Jagalah hati ini dari apa-apa yang buruk di mata-Mu. Tuntunlah hati ini agar terus di jalan-Mu. Tentang perasaan ini selalu ku pasrahkan kepada-Mu. Tentang rindu ini selalu ku usahakan untuk mengikhlaskan kepada-Mu. Tentang cinta. Aah. Semoga Engkau selalu membimbingku agar mendapatkan cinta yang benar menurut-Mu. Tentang dia aku tak bisa apa apa. Karena dia seutuhnya milik-Mu. Tapi jika aku boleh meminta. Jagalah dia. Berikan yang terbaik untuknya. Jika bayang dirinya di hatiku adalah pena-Mu di masadepanku, pertemukan aku dengannya. Jika bukan, buat ikhlas hati ini untuk menerimanya.

Tuesday, September 1, 2015

Aku dan Sahabatku


Semua yang ku rasakan adalah suatu anugerah. Namun terkadang aku selalu membalikan fakta tersebut karena kenyataan yang tak sesuai dengan harapan. Tapi dari semua itulah aku banyak belajar bahwa pengharapan yang sesungguhnya hanyalah kepada Dia. Pemilik segalanya, termasuk hidupku. Kini aku hanya bisa menatap langit senja yang Rabb lukis untuk semua makhluk. Warna-warni yang menawan. Membuktikan kesempurnaan sang pemilik alam semesta ini.

Senja dihari jumat, 24 juli 2015

Saat seperti inilah yang ku suka. Berdiam diri menatap langit sore yang cerah dengan langit berlukiskan awan yang indah serta warna-warnanya yang mampu menyihir setiap orang untuk takjub melihatnya. Salah satunya adalah aku. Inilah salah satu hobi yang sering aku lakukan (semenjak SMA). Jika melihat sore yang cerah rasanya tak bisa menahan diri untuk duduk di luar menikmati sore hari yang tenang. Entahlah. Bagaikan buku yang bisa ku tulis dengan kalimat tanpa kebohongan, aku bisa meceritakan apa yang sebenarnya ingin ku luapkan di saat menikmati langit sore. Seperti sekarang. Langit yang sedang ku tatap ini adalah teman bisu bahwa aku sedang merindukan seseorang. Sebelumnya,  sesuatu di dalam hati membuatku tak karuan. Entah apa? Namun saat senja tiba sekarang aku tahu apa yang sedang ku rasakan. Itu adalah “rindu”. Mungkin bisa ku simpulkan. Waktu dimana aku bisa jujur dengan hatiku adalah saat senja tiba.
                Di balik indahnya langit sore. Saat matahari akan terbenam. Selalu muncul dan terlukis bayangan wajahnya. Dia yang selalu mampu membuatku gugup. Dia yang selalu membuatku tersenyum. Dia yang sekarang ini sedang ku rindukan. Dan dialah yang membuatku mampu menulis seperti ini. Dia itu bagaikan warna indah dan cerah yang mewarnai kehidupanku. Membuatku banyak belajar tentang hati dan perasaan.
                Hai! Kamu. Ya kamu. Yang selalu membuatku rindu kala senja tiba. Bagaimana kabarmu? Semoga kamu di sana baik-baik saja. Maaf aku masih seperti ini. Berusaha dalam diam. Namun berteriak dalam do’a. Maaf aku masih memiliki perasaan ini. Maaf juga. Aku merindukanmu. Tidak apa apakan?

Wednesday, April 29, 2015

Inilah Aku dan Cintaku



Menjagamu dari jauh adalah kebahagiaan untukku
Mencintaimu adalah anugerah bagiku
Merindukanmu dalam do’a adalah hal terbaik dalam hidupku
Menyayangimu dalam diam adalah caraku yang indah
                Senja kini telah menjadi teman sejati hati
                Malam kini telah manjadi sahabat dalam sunyi
                Dan lukisan didalamnya adalah cerita bagiku
                Satu persatu yang sekarang telah menjadi lembaran kisah dalam hidupku
Tak bisa kubohongi bahwa perasaan ini bukan hal kecil  lagi
Sebuah gambaran hati yang harus kujaga
Karena ku tahu semua itu adalah amanat dari-Nya
Dan tak ingin ku buat menjadi murka lillah
                Ya Rabb..
                Engkaulah yang menakdirkan semua ini
                Berusaha ku untuk terus berbaik sangka atas apa yang  Engkau anugerahkan
                Tak pernah ingin di dalam hatiku untuk menduakanmu
Terus berusaha untuk menjadi hamba-Mu yang baik
Mengurangi lupa dan khilaf dalam hidupku
Walau terus terjatuh tapi ku tahu engkau maha mengerti
Dan ku tahu bahwa diri ini masih jauh dari kata sempurna
                Tapi ya Rabb tak bisa kupungkiri
                Salah satu takdir-Mu sedang ku alami
                Di anugerahi sebuah perasaan yang melanda hati
                Berdo’a agar bukan dari nafsu belaka dari diri
Semoga Engkau meridhai ya Rabb

Bimbing selalu diri ini dalam menjaga hati
Tak ingin terjebak dalam maksiat yang keji
Tapi ku tahu inilah takdir terbaik yang Engkau beri